
JUBISMA EDISI 2
Mei 1, 2026
JUBISMA EDISI 3
Mei 8, 2026Pendidikan Bukan Sekadar Sekolah, tetapi Jalan Peradaban Bangsa

Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum refleksi terhadap arah, kualitas, dan masa depan pendidikan nasional. Hari Pendidikan Nasional bukan hanya seremonial tahunan, melainkan pengingat bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, tantangan pendidikan Indonesia saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang akses pendidikan, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia, kemampuan berpikir kritis, karakter, literasi digital, dan kesiapan menghadapi perubahan global yang sangat dinamis.
Perkembangan dunia pada era revolusi industri 5.0 menuntut pendidikan untuk mampu menghasilkan generasi yang adaptif, kreatif, inovatif, dan memiliki kemampuan menyelesaikan masalah kompleks. World Economic Forum (2025) menjelaskan bahwa keterampilan paling dibutuhkan di masa depan meliputi kemampuan berpikir analitis, kreativitas, literasi teknologi, kepemimpinan, dan kemampuan belajar sepanjang hayat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak lagi cukup hanya berorientasi pada hafalan materi, tetapi harus mampu melatih peserta didik agar memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pendidikan yang hanya menekankan hafalan tanpa membangun nalar kritis akan membuat generasi muda kesulitan menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam konteks pendidikan dasar, penguatan HOTS menjadi sangat penting karena fase sekolah dasar merupakan pondasi awal pembentukan pola pikir peserta didik. Anak-anak perlu dibiasakan untuk bertanya, menganalisis, memecahkan masalah, dan mengembangkan kreativitas sejak dini. Penelitian dalam Journal of Pedagogical Research menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis HOTS mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran (Widodo et al., 2024). Kondisi ini memperlihatkan bahwa pendidikan modern harus mulai meninggalkan pola pembelajaran satu arah menuju pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Hari Pendidikan Nasional juga menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali bahwa pendidikan bukan sekadar proses akademik di ruang kelas. Pendidikan adalah proses membentuk manusia yang berkarakter, bermoral, dan mampu hidup berdampingan secara sosial. Ki Hadjar Dewantara sejak awal telah menegaskan bahwa tujuan pendidikan bukan hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki budi pekerti dan kemerdekaan berpikir. Nilai tersebut tetap relevan hingga hari ini ketika dunia pendidikan menghadapi tantangan besar akibat perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Kehadiran AI dalam dunia pendidikan memang membawa banyak kemudahan, tetapi juga memunculkan tantangan baru. Banyak peserta didik mulai terbiasa memperoleh jawaban instan tanpa melalui proses berpikir yang mendalam. UNESCO (2025) mengingatkan bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan harus tetap mengutamakan nilai kemanusiaan, etika, dan penguatan karakter peserta didik. Pendidikan tidak boleh kehilangan ruhnya sebagai proses membangun manusia seutuhnya. Teknologi hanyalah alat bantu, sedangkan guru tetap menjadi pusat pembentukan karakter, motivasi, dan keteladanan bagi peserta didik.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, guru memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan masa depan pendidikan Indonesia. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga fasilitator, motivator, inspirator, sekaligus pembimbing moral bagi generasi muda. Guru masa depan harus mampu menjadi pendidik yang adaptif terhadap teknologi tanpa kehilangan identitas kemanusiaannya. Guru perlu menguasai literasi digital, inovasi pembelajaran, dan kemampuan berpikir kritis agar mampu menciptakan proses pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. OECD (2025) menegaskan bahwa kualitas pendidikan suatu negara sangat dipengaruhi oleh kualitas guru dalam menghadapi perubahan zaman dan transformasi teknologi.
Mahasiswa PGMI sebagai calon guru sekolah dasar memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi masa depan Indonesia. Pendidikan dasar merupakan pondasi utama pembentukan karakter, budaya belajar, dan kemampuan berpikir peserta didik. Karena itu, calon guru PGMI tidak boleh hanya fokus pada kemampuan mengajar secara teknis, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan pendidikan inovatif, humanis, dan berkarakter. Penguatan literasi, numerasi, teknologi pendidikan, pembelajaran HOTS, dan pendidikan karakter harus menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran calon guru masa kini.
Hari Pendidikan Nasional juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah dan guru, tetapi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Orang tua, masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri harus berjalan bersama dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat. Sebaliknya, pendidikan yang lemah akan melahirkan krisis sosial, moral, dan peradaban di masa depan.
Karena itu, momentum Hardiknas harus menjadi ruang refleksi bersama bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada angka kelulusan, nilai rapor, atau capaian administratif semata. Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang berpikir kritis, berkarakter, kreatif, religius, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh bagaimana dunia pendidikan hari ini mempersiapkan generasi mudanya menghadapi tantangan global.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.
Mari terus bergerak bersama membangun pendidikan yang kritis, humanis, inovatif, dan berkemajuan demi masa depan bangsa yang lebih baik.
Penulis: Suttrisno
Daftar Pustaka:
OECD. (2025). Trends shaping education 2025. OECD Publishing. https://www.oecd.org/en/publications/trends-shaping-education-2025_ee6587fd-en.html
OECD. (2025). What should teachers teach and students learn in a future of powerful AI? OECD Publishing. https://www.oecd.org/en/publications/what-should-teachers-teach-and-students-learn-in-a-future-of-powerful-ai_ca56c7d6-en.html
UNESCO. (2025). Artificial intelligence in education. UNESCO. https://www.unesco.org/en/digital-education/artificial-intelligence
Widodo, A., Hidayati, N., & Rahmawati, I. (2024). Higher order thinking skills in elementary education: A systematic review. Journal of Pedagogical Research, 8(2), 45–59.
World Economic Forum. (2025). The future of jobs report 2025. World Economic Forum. https://www.weforum.org/reports/the-future-of-jobs-report-2025/
📲 Media Sosial PGMI UNUGIRI
Instagram : @pgmi.unugiribojonegoro
TikTok : @smartpgmi_unugiri
YouTube : Media PGMI
Website : pgmi.unugiri.ac.id
#Hardiknas2026
#HariPendidikanNasional
#PGMIUNUGIRI
#SmartPGMI
#PendidikanIndonesia
#GuruMasaDepan
#HOTS
#LiterasiDigital
#PendidikanBerkarakter
#MahasiswaPGMI
#UNUGIRIBojonegoro




