
Tips menulis artikel ilmiah/jurnal untuk pemula
Agustus 29, 2026
Cara mengasah public speaking untuk calon guru
Agustus 29, 2026Bojonegoro, 14 Agustus 2026 — “Kak, tugas Bahasa Indonesia disuruh buat esai, tapi kok formatnya mirip artikel yang biasa saya baca di media online? Sama nggak sih sebenarnya?” Pertanyaan semacam ini sering muncul di kalangan mahasiswa, terutama saat dihadapkan pada tugas menulis dari dosen dengan istilah yang beragam: esai, artikel, opini, hingga karya ilmiah.
Wajar jika kamu merasa bingung. Sekilas, esai dan artikel memang terlihat serupa: sama-sama berupa tulisan prosa yang membahas suatu topik. Namun, keduanya punya karakter, tujuan, dan gaya penulisan yang cukup berbeda. Memahami perbedaannya akan sangat membantu mahasiswa PGMI dalam menyelesaikan berbagai tugas kuliah maupun saat kelak menulis untuk kebutuhan profesional sebagai pendidik.
Mengenal Esai dan Artikel: Dua Jenis Tulisan yang Sering Tertukar
Esai adalah tulisan yang berisi pandangan, opini, atau interpretasi pribadi penulis terhadap suatu topik, disampaikan secara reflektif dan sering kali argumentatif. Esai memberi ruang lebih besar bagi gaya bahasa personal dan sudut pandang subjektif penulisnya.
Artikel, di sisi lain, adalah tulisan yang menyajikan informasi, fakta, atau pembahasan suatu topik secara lebih objektif dan terstruktur, biasanya ditujukan untuk media massa, jurnal, atau publikasi umum. Artikel menuntut data pendukung yang jelas dan minim opini pribadi yang tidak berdasar.
Apa Saja yang Membedakan Keduanya?
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa aspek kunci yang membedakan esai dan artikel:
- Sudut Pandang: Esai bersifat subjektif dan personal, sedangkan artikel cenderung objektif dan berbasis fakta.
- Tujuan Penulisan: Esai bertujuan menyampaikan gagasan atau argumen pribadi, sementara artikel bertujuan menginformasikan atau mengedukasi pembaca secara umum.
- Struktur Penulisan: Esai lebih bebas dan mengalir mengikuti alur pemikiran penulis, sedangkan artikel mengikuti struktur yang lebih baku (pembuka, isi, penutup, atau bahkan kaidah ilmiah).
- Gaya Bahasa: Esai boleh menggunakan gaya bahasa yang naratif dan reflektif, sedangkan artikel menuntut bahasa yang lugas, jelas, dan mudah dipahami khalayak luas.
- Sumber Data: Esai bisa berangkat dari pengalaman atau perenungan pribadi, sedangkan artikel wajib didukung data, referensi, atau hasil observasi yang dapat diverifikasi.
- Media Publikasi: Esai sering dimuat di blog pribadi, kolom opini, atau tugas reflektif kuliah, sementara artikel lazim ditemukan di media massa, majalah, atau jurnal.
Fondasi Kokoh: Mata Kuliah Penunjang Kemampuan Menulis
Mahasiswa tidak dilepas begitu saja saat dihadapkan pada tugas menulis esai maupun artikel. Sebelum benar-benar terjun menyusun kedua jenis tulisan ini, mahasiswa PGMI UNUGIRI telah dibekali dasar yang kuat melalui sejumlah mata kuliah penunjang, seperti:
- Bahasa Indonesia Akademik
- Keterampilan Menulis & Jurnalistik Pendidikan
- Penulisan Karya Tulis Ilmiah & Metodologi Penelitian
Semua mata kuliah ini menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu membedakan konteks penulisan dan menyesuaikan gaya bahasanya dengan tepat sesuai tujuan tulisan yang diminta.
Sering Tertukar Itu Normal! Ingat Prinsip Ini
Banyak penulis pemula, bahkan yang sudah cukup terlatih, masih sering mencampuradukkan gaya esai dan artikel dalam satu tulisan. Memahami perbedaan keduanya adalah proses belajar yang membutuhkan latihan dan kepekaan membaca berbagai jenis tulisan.
Ingat!
- Kenali dulu tujuan tulisanmu sebelum mulai menulis.
- Sesuaikan gaya bahasa dengan jenis tulisan yang diminta.
- Semakin sering membaca contoh esai dan artikel, semakin mudah membedakan keduanya.
Tips Membedakan dan Menulis Esai Maupun Artikel dengan Tepat
Agar tidak lagi bingung saat mendapat tugas menulis, cobalah menerapkan beberapa tips praktis berikut:
- Pahami Instruksi Tugas dengan Teliti: Perhatikan kata kunci dari dosen—apakah diminta opini pribadi (esai) atau pembahasan berbasis data (artikel).
- Tentukan Sudut Pandang Sejak Awal: Jika menulis esai, jangan ragu menyisipkan opini dan refleksi pribadi; jika menulis artikel, utamakan fakta dan data pendukung.
- Perbanyak Membaca Contoh dari Kedua Jenis Tulisan: Baca kolom opini di media untuk memahami gaya esai, dan baca artikel jurnal atau berita untuk memahami gaya artikel.
- Perhatikan Struktur Tulisan: Esai bisa lebih bebas mengalir, sedangkan artikel sebaiknya mengikuti struktur yang runtut dan sistematis.
- Sertakan Referensi Secukupnya: Meski esai lebih personal, tetap sertakan rujukan bila membahas data atau teori tertentu agar tulisan lebih kredibel.
- Minta Umpan Balik dari Dosen atau Teman: Sebelum dikumpulkan, minta orang lain membaca tulisanmu untuk memastikan gaya bahasanya sudah sesuai jenis tulisan yang diminta.
Satu Hati untuk Mutu, UNUGIRI Maju!
Melalui semangat #SMARTPGMI (Santun, Mudah Beradaptasi, Aktif, Religius, Terampil), Program Studi PGMI UNUGIRI yang telah terakreditasi UNGGUL (LAMDIK) berkomitmen penuh untuk terus mencetak pendidik sekolah dasar yang unggul, berkarakter, dan cakap dalam berbagai bentuk komunikasi tulisan.
Memahami perbedaan kecil seperti ini adalah pijakan menuju kemampuan menulis yang lebih matang dan profesional. Menulis dengan tepat hari ini, menginspirasi lewat kata esok hari!
Raih Ilmu, Kembangkan Potensi, Wujudkan Generasi Hebat bersama PGMI UNUGIRI!
🔖 Tag: PGMI UNUGIRI, Esai vs Artikel, Tips Menulis, Mahasiswa PGMI, Kuliah PGMI, Akreditasi Unggul, LAMDIK, Karya Tulis, SMART PGMI, Bojonegoro, Kampus UNUGIRI, Bahasa Indonesia Akademik, Calon Guru Profesional.




