
Maba Wajib Tahu! 7 Barang yang Sebaiknya Selalu Ada di Tas Saat Kuliah
Agustus 10, 2026
PGMI UNUGIRI Teguhkan Komitmen Budaya Mutu melalui Pekan Audit Mutu Internal 2025/2026
Agustus 10, 2026Bojonegoro — Di era digital, komunikasi antara mahasiswa dan dosen tidak selalu dilakukan secara tatap muka. WhatsApp, email, maupun berbagai platform pembelajaran online kini menjadi bagian dari aktivitas perkuliahan. Namun, kemudahan tersebut bukan berarti mahasiswa dapat menghubungi dosen tanpa memperhatikan etika dan tata krama.
Cara mahasiswa menyampaikan pesan kepada dosen dapat mencerminkan sikap, kedisiplinan, dan profesionalitas. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami beberapa etika dasar agar komunikasi berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kesan kurang sopan.
1. Perhatikan Waktu Menghubungi
Usahakan menghubungi dosen pada waktu yang wajar, terutama pada hari dan jam kerja. Hindari mengirim pesan larut malam, terlalu pagi, atau pada waktu istirahat, kecuali terdapat kondisi yang benar-benar mendesak.
2. Awali dengan Salam dan Perkenalkan Diri
Jangan langsung menyampaikan pertanyaan tanpa memperkenalkan diri. Awali dengan salam, kemudian sebutkan nama, program studi/kelas, dan tujuan menghubungi dosen.
Contohnya:
“Assalamu’alaikum, Bapak/Ibu. Perkenalkan, saya (Nama Mahasiswa), mahasiswa PGMI semester … kelas …. Saya ingin menanyakan terkait ….”
Dengan begitu, dosen dapat mengetahui siapa yang sedang menghubungi dan apa keperluannya.
3. Sampaikan Maksud dengan Jelas
Hindari pesan yang terlalu singkat dan membuat dosen harus bertanya kembali.
Pesan seperti “Bu, tanya”, “Pak, ini gimana?”, atau “Sudah bisa?” sebaiknya dihindari. Jelaskan konteks pertanyaan secara singkat, padat, dan mudah dipahami.
4. Hindari Spam Chat
Jika pesan belum dibalas, jangan langsung mengirim pesan berkali-kali seperti “Bu?”, “Pak?”, “Sudah dibaca?”, atau “Mohon dibalas.”
Dosen mungkin sedang mengajar, rapat, memiliki kegiatan lain, atau belum sempat membuka pesan. Berikan waktu dan tunggu dengan sabar.
5. Gunakan Media Komunikasi yang Sesuai
Perhatikan media yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan arahan dosen. Untuk komunikasi akademik yang bersifat resmi atau membutuhkan penjelasan panjang, email dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Jika dosen telah menentukan media komunikasi tertentu untuk urusan perkuliahan, ikuti arahan tersebut.
6. Baca Kembali Pesan Sebelum Dikirim
Sebelum menekan tombol kirim, periksa kembali pesan yang telah ditulis. Pastikan tidak ada salah ketik, bahasa yang ambigu, kata-kata yang menyinggung, maupun nada yang terkesan memerintah.
Ingat, sopan bukan berarti harus menggunakan bahasa yang kaku. Yang terpenting adalah menunjukkan rasa hormat, menyampaikan maksud dengan jelas, dan menggunakan bahasa yang baik.
Komunikasi yang Baik, Cerminan Mahasiswa Profesional
Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan nilai akademik, tetapi juga belajar membangun sikap dan etika profesional. Kemampuan berkomunikasi dengan dosen secara sopan merupakan salah satu keterampilan sederhana yang akan sangat berguna, bahkan ketika mahasiswa nantinya memasuki dunia kerja.
Jadi, sebelum mengirim pesan kepada dosen, ingat 6 hal: perhatikan waktu, beri salam dan perkenalkan diri, sampaikan maksud dengan jelas, jangan spam, gunakan media yang tepat, dan periksa kembali pesan sebelum dikirim.
“Sopan dalam bertanya, cerdas dalam belajar, beretika dalam berkomunikasi.”
Mari menjadi mahasiswa PGMI UNUGIRI yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga santun dalam berkomunikasi dan profesional dalam bersikap.
#PGMIUNUGIRI #UNUGIRI #MahasiswaPGMI #EtikaKomunikasi #EtikaMahasiswa #MahasiswaCerdas #MahasiswaSantun #KuliahBeretika #CalonGuruMI #DuniaPerkuliahan #GenerasiPendidik #TipsMahasiswa #KomunikasiProfesional




