
Microteaching Itu Ngapain Sih? Ini Proses yang Dilalui Mahasiswa PGMI
September 12, 2026
Dari Masalah di Kelas Menjadi Ide Penelitian: Begini Cara Mahasiswa PGMI Menemukan Topik Skripsi
September 12, 2026
Bojonegoro, 12 September 2026 — Pernah merasa ingin bertanya kepada dosen, tetapi akhirnya memilih diam karena takut pertanyaannya dianggap sepele? Atau bingung bagaimana cara memulai percakapan akademik dengan dosen?
Perasaan tersebut cukup wajar, terutama bagi mahasiswa yang masih beradaptasi dengan dunia perkuliahan. Padahal, bertanya kepada dosen merupakan bagian penting dari proses belajar. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerima materi, tetapi juga mampu berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan mengembangkan pemikiran secara kritis.
Bertanya Bukan Berarti Tidak Pintar
Salah satu hal yang perlu dipahami mahasiswa adalah bahwa bertanya bukan tanda tidak mampu memahami materi. Justru, pertanyaan yang baik menunjukkan adanya rasa ingin tahu dan keinginan untuk memahami suatu topik secara lebih mendalam.
Dalam perkuliahan, mahasiswa bisa saja memiliki sudut pandang berbeda, menemukan bagian materi yang belum dipahami, atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Semua itu merupakan alasan yang wajar untuk berdiskusi dengan dosen.
Mulai dari Materi yang Sedang Dipelajari
Tidak perlu mencari pertanyaan yang terlalu rumit untuk memulai diskusi. Mahasiswa dapat memulainya dari materi yang sedang dibahas di kelas.
Contohnya:
“Bu/Pak, saya masih belum memahami bagian tentang … Apakah bisa dijelaskan dengan contoh penerapannya?”
Atau:
“Bu/Pak, saya ingin memastikan pemahaman saya tentang materi tadi. Apakah konsep tersebut dapat diterapkan pada …?”
Pertanyaan seperti ini lebih mudah dijawab karena memiliki konteks yang jelas.
Sebelum Bertanya, Coba Pahami Dulu
Sebelum menghubungi dosen, mahasiswa sebaiknya membaca kembali materi, catatan perkuliahan, atau sumber yang berkaitan dengan pertanyaan.
Dengan begitu, mahasiswa tidak sekadar bertanya karena belum mencoba mencari tahu, tetapi dapat menunjukkan bahwa dirinya sudah berusaha memahami materi.
Misalnya, daripada hanya bertanya “Bu, materi ini maksudnya apa?”, mahasiswa dapat mengatakan:
“Saya sudah membaca materi tentang …, tetapi masih bingung pada bagian … karena … . Apakah pemahaman saya sudah tepat?”
Pertanyaan menjadi lebih spesifik dan membuka ruang diskusi yang lebih akademik.
Perhatikan Cara Berkomunikasi
Jika diskusi dilakukan melalui pesan pribadi, mahasiswa juga perlu memperhatikan etika komunikasi.
Awali dengan salam, perkenalkan diri jika diperlukan, sampaikan maksud dengan jelas, dan gunakan bahasa yang sopan. Hindari pesan yang terlalu singkat seperti “Bu, tanya”, “Pak, ini gimana?”, atau langsung mengirim pertanyaan tanpa konteks.
Contoh pesan yang lebih baik:
Assalamu’alaikum, Bu. Saya [nama], mahasiswa PGMI semester [x]. Mohon izin bertanya terkait materi perkuliahan …. Saya masih belum memahami bagian …. Apakah Ibu berkenan menjelaskan kembali atau memberikan contoh penerapannya? Terima kasih, Bu.
Sederhana, tetapi lebih jelas dan menunjukkan sikap menghargai dosen.
Pilih Waktu yang Tepat
Selain isi pesan, waktu menghubungi dosen juga perlu diperhatikan. Mahasiswa sebaiknya mempertimbangkan waktu yang wajar dan menghindari mengirim pesan pada waktu istirahat atau terlalu larut malam.
Jika pertanyaannya tidak mendesak, mahasiswa dapat menunggu waktu yang lebih tepat. Jangan lupa, dosen juga memiliki kegiatan akademik dan pekerjaan lain di luar perkuliahan.
Jangan Takut Salah
Dalam diskusi akademik, tidak semua pertanyaan harus langsung sempurna. Mahasiswa justru dapat belajar melalui proses bertanya, mendapatkan jawaban, menerima koreksi, dan kemudian memperbaiki pemahamannya.
Yang terpenting adalah berani memulai, memiliki dasar pertanyaan, dan tetap menjaga etika komunikasi.
Bagi mahasiswa PGMI, kemampuan berdiskusi juga menjadi bagian dari proses membangun kompetensi sebagai calon pendidik. Seorang guru nantinya tidak hanya dituntut mampu menjelaskan, tetapi juga mampu mendengarkan, bertanya, berdialog, dan membangun komunikasi yang baik.
Jadikan Bertanya sebagai Kebiasaan Akademik
Kuliah bukan sekadar datang ke kelas, mencatat materi, mengerjakan tugas, lalu mendapatkan nilai. Lebih dari itu, perkuliahan merupakan ruang untuk berpikir, berdiskusi, bertanya, dan mengembangkan wawasan.
Jadi, jika selama ini masih takut bertanya kepada dosen, tidak perlu menunggu sampai merasa benar-benar berani. Mulailah dari satu pertanyaan sederhana.
Karena bisa jadi, satu pertanyaan yang kamu ajukan hari ini justru membuka pemahaman baru untuk dirimu dan teman-teman di sekitarmu.
Berani Bertanya, Aktif Berdiskusi, Tumbuh sebagai Mahasiswa yang Kritis!
#SMARTPGMI — Santun, Mudah Beradaptasi, Aktif, Religius, Terampil.
Tags
PGMI UNUGIRI, Mahasiswa PGMI, Diskusi Akademik, Etika Mahasiswa, Tips Kuliah, Komunikasi dengan Dosen, Mahasiswa Baru, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, PGMI Bojonegoro, UNUGIRI, #SMARTPGMI




