
Semangat Kartini dalam Pendidikan: Inspirasi Abadi bagi PGMI UNUGIRI
April 24, 2026
PGMI UNUGIRI Beri Masukan Strategis dalam Sosialisasi dan Pelatihan GiriOne
April 24, 2026
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UNUGIRI menghadirkan forum akademik JUBISMA (Jumat Bincang Ilmiah Smart PGMI) sebagai ruang diskursus ilmiah yang mengkaji isu-isu kontemporer pendidikan dasar. Pada edisi perdana, tema yang diangkat adalah “Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran Sekolah Dasar”, sebuah topik yang tidak hanya aktual, tetapi juga strategis dalam merespons transformasi pendidikan abad ke-21.
Diskusi ini berangkat dari realitas bahwa perkembangan teknologi berbasis AI telah menggeser cara belajar, cara mengajar, serta cara mengevaluasi pembelajaran. AI tidak lagi diposisikan sebagai sekadar alat bantu, melainkan sebagai cognitive partner yang berpotensi memperkaya pengalaman belajar peserta didik melalui personalisasi, adaptivitas, dan interaktivitas.
Dalam perspektif pedagogik, integrasi AI menuntut rekonstruksi pendekatan pembelajaran dari yang bersifat teacher-centered menuju student-centered learning yang lebih kontekstual. Mahasiswa PGMI dalam forum ini mengkaji bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung diferensiasi pembelajaran, mempercepat umpan balik, serta meningkatkan keterlibatan kognitif siswa sekolah dasar tanpa mengabaikan aspek perkembangan psikologis anak.
Lebih jauh, diskusi juga menyoroti dimensi etis dan filosofis penggunaan AI dalam pendidikan dasar. Pertanyaan kritis yang muncul tidak hanya berkisar pada bagaimana menggunakan AI, tetapi juga sejauh mana AI layak digunakan dalam konteks pendidikan anak usia dini. Hal ini mencerminkan kedewasaan akademik mahasiswa PGMI dalam memandang teknologi secara proporsional—bukan sebagai tujuan, melainkan sebagai instrumen pedagogik yang harus dikendalikan oleh nilai-nilai pendidikan.
Ketua Prodi PGMI UNUGIRI, Suttrisno, M.Pd., menegaskan bahwa JUBISMA dirancang untuk membangun kultur akademik yang reflektif dan berbasis kajian ilmiah.
“Integrasi teknologi dalam pendidikan harus selalu berada dalam kerangka pedagogik dan nilai. AI adalah alat, tetapi guru tetap menjadi aktor utama dalam membentuk karakter dan nalar siswa. Melalui JUBISMA, kami ingin membangun kesadaran akademik mahasiswa untuk mampu mengkaji, bukan sekadar menggunakan teknologi,” ungkapnya.
Kehadiran JUBISMA menandai langkah progresif PGMI UNUGIRI dalam mengembangkan ekosistem akademik yang tidak hanya responsif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga kritis dan berbasis keilmuan. Forum ini menjadi ruang artikulasi gagasan, penguatan literasi ilmiah, serta inkubasi pemikiran inovatif calon guru madrasah ibtidaiyah.
Dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan relevansi terhadap isu global, JUBISMA tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga representasi komitmen PGMI UNUGIRI dalam mencetak pendidik yang adaptif, reflektif, dan berdaya saing di era digital.
—
📲 Ikuti diskusi ilmiah berikutnya di JUBISMA:
🔗 Instagram: https://www.instagram.com/pgmi.unugiribojonegoro
🔗 TikTok: https://www.tiktok.com/@smartpgmi_unugiri
🔗 YouTube: https://www.youtube.com/@MediaPGMI
#JUBISMA #SmartPGMI #PGMIUNUGIRI #AIinEducation #PendidikanDasar #DiskursusIlmiah #GuruMasaDepan #UNUGIRIBojonegoro




