
Dari Kampus untuk Desa: Mahasiswa PGMI UNUGIRI Implementasikan Keilmuan dan Hadirkan Dampak Nyata Melalui KKN
Juli 30, 2026
TARBICON 2026 Perkuat Budaya Riset Mahasiswa, PGMI UNUGIRI Ambil Peran Strategis sebagai Presenter dan Moderator
Agustus 1, 2026Bojonegoro – Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan Islam melalui penyelenggaraan International Conference and Seminar (Tarbicon) 2026 yang berlangsung pada Kamis, 30 Juli 2026, di Hall Hasyim Asy’ari Lantai 3 Gedung Rektorat UNUGIRI.
Mengusung semangat transformasi pendidikan melalui inovasi, teknologi, dan penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, Tarbicon 2026 menjadi ruang kolaborasi akademik yang mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Kegiatan diawali dengan penampilan lagu-lagu religi yang dibawakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Penampilan tersebut menghadirkan suasana hangat dan religius sebelum acara resmi dibuka.
Acara dipandu oleh Firda Zakiyatur Rofiah, mahasiswa Program Studi PGMI, serta dihadiri oleh Rektor UNUGIRI beserta jajaran pimpinan universitas, Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUGIRI, para dekan dan wakil dekan, dosen, peneliti, mahasiswa, serta peserta seminar dari berbagai institusi pendidikan.
Rangkaian pembukaan diawali dengan pembacaan Sholawat Al-Fatih, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan sebagai simbol semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai ke-NU-an.
Tarbicon sebagai Wadah Kolaborasi Akademik Internasional
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah UNUGIRI, Dr. Hj. Ulfa, M.Pd.I., menyampaikan bahwa Tarbicon merupakan agenda akademik tahunan yang dirancang untuk memperkuat budaya ilmiah, kolaborasi internasional, serta peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Tarbicon diharapkan menjadi platform inovasi dan kolaborasi akademik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun global,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa luaran kegiatan ini akan dipublikasikan dalam bentuk prosiding ilmiah bekerja sama dengan LPPM UNUGIRI sebagai upaya memperluas diseminasi hasil-hasil penelitian para peserta.
Sementara itu, Rektor UNUGIRI, Dr. K. M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., menegaskan bahwa forum ilmiah internasional seperti Tarbicon menjadi sarana strategis untuk melahirkan gagasan dan inovasi baru dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam di era digital.
“Kemajuan pendidikan Islam membutuhkan inovasi, adaptasi teknologi, dan pengembangan yang berkelanjutan. Tarbicon menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan solusi dan pemikiran yang relevan bagi masa depan pendidikan Islam,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua BPP UNUGIRI, Drs. KH. Syaifuddin Idris, M.M., yang menilai Fakultas Tarbiyah berhasil menjadi pelopor penyelenggaraan seminar internasional di lingkungan UNUGIRI.
Menurutnya, Fakultas Tarbiyah sebagai fakultas tertua dengan tiga program studi berstatus unggul memiliki posisi strategis dalam menggerakkan pengembangan akademik dan inovasi pendidikan di lingkungan universitas.
Hadirkan Tiga Narasumber Internasional
Memasuki sesi inti yang dimoderatori oleh Dr. Suudzin Aziz, M.Pd., peserta mendapatkan wawasan dari tiga akademisi terkemuka Indonesia dan Malaysia yang membahas isu-isu strategis dalam transformasi pendidikan.
Narasumber pertama, Prof. Dr. H. Agus Zainul Fitri, M.Pd. dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, memaparkan materi Building Quality Education through Transformational Leadership. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan transformasional dalam membangun lembaga pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing.
Narasumber kedua, Prof. Dr. Marzuki, M.A. dari Universitas Negeri Yogyakarta, mengulas pentingnya profesionalisme guru dan pendidikan karakter sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang berkarakter kuat, berintegritas, dan memiliki kompetensi tinggi.
Sementara itu, narasumber internasional dari Malaysia, Prof. Dr. Mohd Aderi bin Che Noh dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), menjelaskan pentingnya profesionalisme guru dan kepemimpinan moral dalam menciptakan pendidikan berkualitas.
Ia menguraikan lima peran utama guru dalam perspektif pendidikan Islam, yaitu sebagai muallim (pengajar), mudarris (ahli ilmu pengetahuan), muaddib (penanam adab), murabbi (pembina spiritual), dan mursyid (pembimbing yang memahami karakter peserta didik). Menurutnya, guru bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi juga penentu arah pembentukan generasi masa depan.
Perkuat Jejaring Akademik Global
Seminar internasional yang berakhir pada pukul 11.30 WIB tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi. Diskusi yang interaktif menunjukkan besarnya perhatian peserta terhadap isu transformasi pendidikan, kepemimpinan, karakter, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.
Melalui penyelenggaraan Tarbicon 2026, Fakultas Tarbiyah UNUGIRI kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik internasional serta mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an.

PGMI UNUGIRI
Smart, Religious, Innovative
🌐 Website: PGMI UNUGIRI
📸 Instagram: @pgmi.unugiribojonegoro
🎵 TikTok: @smartpgmi_unugiri
▶️ YouTube: Media PGMI
📧 Email: pgmi@unugiri.ac.id
PGMI UNUGIRI – Mencetak Guru Madrasah Ibtidaiyah yang Profesional, Berkarakter, dan Adaptif di Era Digital.



