
PGMI UNUGIRI Sampaikan Ucapan Selamat dan Sukses kepada Peserta Yudisium Sarjana dan Pascasarjana Semester Ganjil 2025/2026
Mei 12, 2026Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pembelajaran koding mulai menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan dasar. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, sekolah dasar dituntut tidak hanya mampu mengenalkan literasi digital kepada peserta didik, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan logika komputasional sejak dini. Melalui JUBISMA Edisi 3, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UNUGIRI mengangkat tema “AI dan Koding di SD: Menangani Keterbatasan di Sekolah” sebagai bentuk respon akademik terhadap tantangan nyata pendidikan dasar saat ini.
Tema ini dipilih karena masih banyak sekolah dasar, khususnya di daerah, yang menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari minimnya perangkat teknologi, akses internet yang tidak stabil, keterbatasan sumber belajar digital, hingga kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi pembelajaran. Namun, keterbatasan tersebut bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Justru dari kondisi tersebut lahir berbagai praktik baik dan pendekatan kreatif yang menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis AI dan koding tetap dapat diterapkan secara sederhana, kontekstual, dan menyenangkan sesuai karakteristik peserta didik sekolah dasar.
JUBISMA Edisi 3 mencoba menghadirkan ruang refleksi sekaligus inspirasi bahwa implementasi AI dan koding tidak selalu harus dimulai dari fasilitas yang mahal dan kompleks. Guru dapat memanfaatkan pendekatan unplugged coding, penggunaan aplikasi sederhana, media berbasis permainan edukatif, hingga integrasi problem solving dalam pembelajaran sehari-hari. Pendekatan seperti ini dinilai lebih realistis dan relevan untuk sekolah yang masih memiliki keterbatasan sarana prasarana.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengenalan literasi komputasional dan pembelajaran berbasis teknologi sejak pendidikan dasar memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Kajian yang dilakukan oleh Hidayat dan Khotimah (2023) menegaskan bahwa pembelajaran digital kontekstual mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian lain dari Rizqi dan Maulana (2024) juga menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan kreatif berbasis teknologi sederhana dapat membantu siswa memahami konsep abstrak secara lebih mudah dan menyenangkan di sekolah dasar.
Dalam konteks pendidikan dasar Islam, integrasi teknologi juga perlu tetap memperhatikan penguatan karakter, etika digital, serta nilai-nilai kemanusiaan. AI dan koding tidak hanya dipandang sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai sarana membangun generasi yang bijak dalam menggunakan teknologi. PGMI UNUGIRI memandang bahwa pendidikan dasar masa depan harus mampu menyeimbangkan kompetensi digital dengan penguatan akhlak, kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian sosial peserta didik.
Melalui JUBISMA, PGMI UNUGIRI terus berupaya menghadirkan ruang akademik yang ringan, kontekstual, dan dekat dengan realitas pendidikan di lapangan. JUBISMA bukan sekadar media informasi, tetapi menjadi wadah berbagi gagasan, pengalaman, inovasi pembelajaran, dan praktik baik bagi guru, mahasiswa, dosen, serta pemerhati pendidikan dasar.
Keterbatasan bukan penghalang untuk bergerak maju. Pendidikan yang adaptif lahir dari kreativitas, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba hal baru. Dengan semangat Smart PGMI, mari bersama membangun pendidikan dasar yang inovatif, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

📍 Smart PGMI UNUGIRI
“Siap Mengabdi untuk Negeri”
📲 Media Sosial PGMI UNUGIRI
Instagram : @pgmi.unugiribojonegoro
TikTok : @smartpgmi_unugiri
YouTube : Media PGMI
Website : pgmi.unugiri.ac.id
#JUBISMA
#JUBISMAEdisi3
#SmartPGMI
#PGMIUNUGIRI
#AIUntukPendidikan
#KodingDiSD
#PendidikanDasar
#LiterasiDigital
#InovasiPembelajaran
#GuruMasaDepan
#PGMIUnggul
#SiapMengabdiUntukNegeri




